Senin, 22 Juli 2013

One Year, 3 Destination (Part 1)

Hai,,,para pembaca, perkenalkan nama saya Jessica Chandra. 
Hari ini sepertinya perlu dicatat sebagai first day penulisan perdana saya. Well, tidak perlu berpanjang lebar lagi, inspirasi tulisan saya kali ini berasal dari personal experience saya selama tahun 2012. 

Seperti judul post yang tertulis, "One Year, 3 Destination", saya berkesempatan mengalami tiga pengalaman tak terlupakan di setiap tempat yang berbeda. Langsung saja, perjalanan saya yang pertama adalah Provinsi Bali, masih bagian dari negara kesatuan Republik Indonesia. Baiklah, pastinya sebagian besar dari Anda semua sudah mengenal dan mengetahui Bali itu sendiri, bahkan mungkin yang sudah tahu seluk beluk Bali, karena ya orang Bali ? mungkin.. ^^.

Okay, jadi saya ke Bali selain untuk tentu saja travelling, saya dan tiga teman saya memiliki program tersendiri di Bali. Saya mengikuti voluntary internship atau magang di RACI Project, Ubud, Bali pada bulan Juni 2012. Raci Project adalah international NGO yang berpusat di Amerika dan memiliki cabang di Thailand dan Indonesia khususnya di Bali.



Pengalaman magang ini sangat berarti karena saya bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara di luar Indonesia, seperti Australia, Inggris, Belanda, California, Amerika, New Zealand, dan yang lainnya. Kami kemudian mendapatkan dua proyek. Proyek pertama kami disebut sebagai "individual project" dimana kami masing-masing memilih satu topik yang akan kami kerjakan dari permasalahan yang telah di sediakan. Kebetulan, saya dan teman saya mendapatkan proyek yang sama. Kami memilih proyek tentang pendidikan yang tujuannya adalah membantu pembelajaran bahasa Inggris bagi anak-anak di sekitar Kopi Desa (Cafe yang dibangun oleh para internship - internship sebelumnya) sehingga meningkatkan kemampuan mereka disamping pembelajaran di sekolah. 

Kami berdua mengembangkan atau lebih tepatnya memperbaharui dan menambahkan kurikulum dalam proyek yang namanya new way english lesson. Kami menambahkan kurikulum baru, seperti games baru dan menambahkan nyanyian lagu Indonesia yang kami interpretasikan ke dalam bahasa Inggris. Tujuannya agar anak-anak Indonesia yang  belajar bahasa Inggris juga bisa tetap mendalami budaya Indonesia sebagai asal usul kebudayaan mereka. Hasil akhir dari proyek ini kemudian di presentasikan sekaligus akan di jalankan oleh internship berikutnya. Research ini juga dihasilkan dengan melakukan brainstroming diantara internship lain diluar proyek kami sehingga kita semua bisa memberikan masukkan yang berarti satu sama lainnya.

Oh ya, saya hampir melupakan satu kegiatan yang menajadi bagian dari Raci Project, yaitu Amazing Race. Nah, tujuan dari permainan ini adalah membuat terutama foreign interns bisa lebih mengenal Bali, terutama Ubud. Dan pemenangny mendapatkan pijat tradisional Bali gratis. Unexpected, saya menjadi pemenangnya hari itu.. *big smile, so happy. Thx for all..^^


Salah satu yang paling menarik adalah, kami para intern mendapat kesempatan untuk mengunjungi salah satu sekolah international Go Green dengan semua konstruksi bagunan dibuat dari bambu berikut dengan interior design-nya. Bahkan bisa dikatakan bahwa sekolah ini dibangun ditengah-tengan alam yang masih original. Absolutely cool!

Proyek kedua adalah proyek kelompok dan saya satu-satunya dari Indonesia yang berada dalam kelompok full foreign internship. yeah.. proyek yang membuat saya tertarik dan akhirnya memilih, yaitu proyek peningkatan ekonomi untuk masyarakat di Nusa Penida (pulau di dekat Bali, Anda bisa mencapainya dengan kalo tidak salah namanya meruti bout, dan pulau ini masih sangat asli, so, recommended sekali bagi Anda yang suka berlibur ke pantai ^^). Peningkatan ekonomi ini dilakukan melalui praktek kerja penanaman organic farming untuk masyarakat di Nusa Penida sehingga mereka tidak perlu membeli pangan dari Bali dengan harga distribusi dan transportasi yang lebih besar karena mereka bisa memproduksi sendiri. 

Pengalaman yang tidak terlupakan di Nusa Penida, bukan hanya relationship dengan para magang'ers lainnya saja, tetapi juga dengan masyarakat Nusa Penida. Saya menyadari satu hal yang paling penting dan seringnya di lupakan oleh orang Indonesia bahwa kita sebagai para pemuda Indonesia kurang melakukan perubahan dan menyadari betapa besarnya potensi Indonesia. Oleh karena itu, penting adanya pendidikan di sekolah untuk meningkatkan rasa cinta pada tanah air agar kita dibentuk dengan pikiran-pikiran positif untuk memajukan Indonesia. 

Raci Project memiliki program tersendiri bagi kami para internship. Selama di Nusa Penida, kami pergi ke beberapa tempat yang menunjukkan betapa indahnya dan berpotensinya Indonesia. Tempat-tempat itu seperti, puncak / bukit yang menjadi daerah penghijauan kembali karena tanahnya yang kurang subur (disini view nya sangat bagus, menurut saya melebihi pengunungan di luar negeri,,waw), juga ke perkampungan sewing, sumber mata air, manta point, holy temple, diving beach yang masih asli, juga culinary khas Nusa Penida yang didukung dengan pemandangan beautiful sunset (rasanya bisa langsung dibayangkan kembali). Di malam terakhir, kami mengadakan pertemuan api unggun ditambah dengan menu pisang coklat bakar. 
*Recipe: pisang, coklat silver queen, dibungkus daun pisang, lalu di uapkan dengan api ungun, hasilnya: rasakan lelehan coklat manis yang menyatu dengan rasa empuk pisang dalam sajian yang panas.. - two thumps up


Perpisahan selalu memunculkan sekelumit perasaan sedih. Tapi, kenangan yang tertinggal senantiasa memberi bekas memori yang indah, cukup untuk membentuk lekuk senyuman di bibir ketika mengingatnya. Pelukan perpisahan justru memberi arti pertemuan kembali untuk membentuk permulaan baru yang lainnya. Semoga bisa segera berkunjung kembali ke Nusa Penida, tempat dimana sesuatu pernah di mulai dan belum pernah diakhiri.
Kembali ke Bali, setelah pulang dari Nusa Penida, kami kembali ke Kopi Desa (base camp, wkwk) untuk membuat hasil akhir atas semua kegiatan kami. Namun, sayang sekali, karena jadwal yang sudah dibuat, saya dan teman-teman dari Indonesia tidak bisa mengikuti rapat akhir. Kami bahkan tidak bisa mengikuti pendakian gunung bersama yang lain (huaahuahua).

Jadi, kami menyelesaikan magang kami dan beralih pada jadwal dimulainya perjalanan kami di Bali. Dengan semua jadwal yang sudah dibuat atas dasar perhitungan waktu, uang, dan tenaga, serta akomodasi. Maka kami berhasil menikmati perjalanan pariwisata di Bali dari segi culinary, cultural, arts, nature, education, sport, and playing.

Well, sepertinya cerita saya sudah cukup sampai disini. Demikian part 1 dari "One Year, 3 Destination" saya. Tulisan berikutnya akan lebih detail tentang perjalanan di Bali berikut tempat-tempat yang di kunjungi. Don't miss it!